Tes Kesehatan yang Perlu Dilakukan Bayi Baru Lahir

Tes kesehatan terhadap bayi baru lahir perlu untuk meyakinkan bahwa kondisinya kesehatannya baik dan sempurna. Dengan tes kesehatan, kasus kesehatan dan kelainan termasuk bisa terdeteksi, agar penanganan bisa dilaksanakan sedini mungkin.”

Setelah lahir, umumnya bayi dapat segera “dibungkus” selimut selanjutnya didekatkan ke dada ibu agar terjalin “ikatan”. Namun, setelahnya tersedia beberapa tes kesehatan yang harus dilaksanakan bayi baru lahir.

Meskipun kala lahir, bayi ibu muncul sehat dan normal, dokter tetap harus meyakinkan kesehatan dan suasana bayi bersama pemeriksaan menyeluruh. Serangkaian tes kesehatan yang slot mahjong dilaksanakan dokter ini termasuk bisa mendeteksi andaikata tersedia kelainan atau kasus kesehatan terhadap bayi, agar bisa ditangani sedini mungkin. Yuk, review apa saja tes kesehatan yang harus dilaksanakan bayi baru lahir di sini.

Tes Kesehatan yang Wajib untuk Bayi Baru Lahir
Pemeriksaan biasa ini dilaksanakan sehabis beberapa jam ia lahir. Selain itu, pemeriksaan ini termasuk tidak bisa dilaksanakan cuma bersama pengamatan fisik saja, tetapi tersedia beberapa tes yang dijalani. Agar ibu bisa memantau tes kesehatan apa saja yang dijalani Si Kecil sehabis dilahirkan, yuk, cari sadar selanjutnya ini:

1. Tes APGAR
APGAR merupakan kepanjangan berasal dari Appearance, Pulse, Grimace, Activity, Respiration. Tes APGAR ini dilaksanakan untuk memeriksa suasana fisik bayi. Tes dilaksanakan untuk mendeteksi ada kelainan dan apakah ia butuh perawatan ekstra. Biasanya, dokter dapat mengukur skor APGAR sebanyak 2 kali, yaitu di menit pertama dan 5 menit sehabis kelahiran.

Setelah jalankan pemeriksaan pernapasan, detak jantung, refleks, otot, dan warna kulit bayi. Dokter dapat mengimbuhkan skor untuk tiap tiap pemeriksaan organ. Jika skor yang diberikan dokter ini menggapai 7 atau lebih, maka suasana bayi termasuk normal.

Setelah itu, fisiknya pun dapat di check layaknya berat badan, lingkar kepala, panjang, dan kecuali tersedia kelainan yang muncul sadar layaknya memar atau goresan kala proses kelahiran.

2. Tes Fisik
Umumnya, dokter jalankan fisik secara lengkap terhadap 24 jam pertama. Pemeriksaan ini umumnya dilaksanakan oleh dokter anak kecuali ibu melahirkan di rumah sakit. Namun, kecuali melahirkan di rumah atau klinik kecil pemeriksaan umumnya dilaksanakan oleh dokter atau bidan. Pemeriksaan fisik yang umumnya dijalani bayi adalah:

Jantung & Paru-Paru
Kedua organ ini dapat segera di check oleh dokter beberapa menit sehabis bayi lahir. Yang diamati dokter adalah pola pernapasan dan memeriksa jantung bersama stetoskop. Pemeriksaan ini mempunyai tujuan untuk sadar ke dua organ ini bekerja bersama baik.

Perut
Selanjutnya, dokter jalankan pemeriksaan perut untuk meyakinkan suasana ginjal, hati, dan limpa bayi berada di posisi dan ukuran yang seharusnya.

Telinga & Mulut
Kedua organ ini di check untuk lihat apakah tersedia kelainan terhadap langit-langit mulut, dan tidak tersedia cairan yang abnormal yang masuk ke di dalam telinga.

Pinggul
Untuk memeriksa anggota tubuh ini, kaki bayi dapat diputar selanjutnya ditekuk hingga dada sebelum akan dikembalikan ke posisi semua. Jika pinggul terkilir maka dapat tersedia bunyi yang terdengar. Pemeriksaan pinggul ini perlu dilaksanakan untuk sadar risiko kelainan agar kecuali tersedia bisa diobati lebih cepat.

Tulang Belakang
Bagian tulang belakang ini di check untuk sadar apakah Sang Buah Hati mengalami mengalami spina bifida, yaitu cacat lahir akibat terbentuknya celah terhadap tulang belakang.

Organ Genital
Pada bayi laki-laki, pemeriksaan dilaksanakan untuk meyakinkan bahwa testis tidak turun serta anggota penis di check untuk meyakinkan bukaan tersedia di anggota ujung dan bukannya bawah. Sedangkan terhadap bayi perempuan, anggota vagina di check apakah mengeluarkan cairan layaknya keputihan atau darah. Hal ini normal berlangsung dikarenakan tergoda hormon ibu.

Bokong
Bagian tubuh ini di check apakah tersedia kelainan kecuali tak tersedia lubang dan memeriksa mekonium. Feses yang dikeluarkan Si Kecil sepanjang di di dalam kadar disebut mekonium.

Fisik
Tanda-tanda Down Syndrome bisa diketahui sejak dini. Jadi pengamatan dilaksanakan secara fisik kecuali saja bayi punyai kelainan ini.

3. Tes Mata
Setelah lahir, bayi termasuk jalankan tes pemeriksaan mata. Tes mata ini dilaksanakan untuk sadar apakah si kecil terkena penyakit mata layaknya katarak dan infeksi lainnya. Tes dilaksanakan bersama oftalmoskop untuk memeriksa refleks merah terhadap pupil.

4. Tes Pendengaran
Tes pendengaran mempunyai tujuan untuk mendeteksi ada masalah pendengaran terhadap bayi. Namun, harus diketahui, bahwa tes pendengaran terhadap bayi baru lahir ini cuma perlihatkan tersedia atau tidaknya respons terhadap rangsangan bersama intensitas tertentu. Tes ini tidak mengukur beratnya masalah pendengaran ataupun membedakan style tuli.

Alat Alat yang disarankan untuk skrining pendengaran bayi adalah otoacoustic emissions (OAE) atau automated auditory brainstem response (AABR). OAE dilaksanakan terhadap bayi baru lahir berusia dua hari.

5. Tes Refleks
Tes ini dilaksanakan untuk meyakinkan refleks Moro, yaitu respon terhadap nada atau bunyi yang mengejutkan. Selain itu, respon mengisap bayi termasuk dites bersama langkah memasukkan jari ke di dalam mulut bayi. Untuk bayi yang baru lahir, kecuali dikagetkan ia dapat merespon bersama melengkungkan punggung, melemparkan kepalanya ke belakang, serta merentangkan tangan dan kaki.

6. Tes Vitamin K
Bayi yang lahir bersama kekurangan vitamin K dapat mengalami pendarahan internal. Sehingga tes ini dilaksanakan untuk mengantisipasi kekurangan ini.

7. Skrining Hipotiroid
Skrining ini mempunyai tujuan untuk mendeteksi dini ada hipotiroid kongenital/bawaan. Hipotiroid kongenital yang tidak diobati sejak dini bisa membawa dampak retardasi mental berat. Mengingat gejala hipotiroid kongenital terhadap bayi baru lahir umumnya tidak jelas, dan hipotiroid kongenital bisa pengaruhi masa depan anak bersama membawa dampak retardasi mental berat, maka skrining hipotiroid terhadap bayi baru lahir perlu untuk mendapatkan kasus hipotiroid secara dini.

8. Tes Bercak Darah Bayi Baru Lahir (Tusukan Tumit)
Tes ini dilaksanakan bersama menyita sampel kecil darah bayi untuk sadar beberapa suasana kesehatan yang jarang berlangsung tetapi serius. Ketika bayi berusia lebih kurang lima hari, dokter dapat menusuk tumit bayi ibu dan menghimpun beberapa tetes darah untuk diuji.

Itulah beberapa tes kesehatan yang harus dilaksanakan bayi baru lahir. Dengan memeriksakan suasana dan kesehatan bayi di awal mula kehidupannya, bayi pun bisa punyai tumbuh kembang yang optimal.

Untuk jalankan pemeriksaan kesehatan bayi, ibu termasuk bisa buat janji pemeriksaan pilihan ibu melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download Halodoc saat ini termasuk di App Store dan Google Play untuk memudahkan ibu memperoleh solusi kesehatan terlengkap.