5 Jenis Obat untuk Penanganan Gangguan Kejiwaan

Gangguan jiwa tetap merupakan kodisi yang slot server jepang membawa banyak stigma. Padahal, pada dasarnya, masalah kejiwaan mirip seperti penyakit lainnya karena bisa ditangani. Salah satunya bersama dengan obat untuk masalah kejiwaan cocok resep dokter.

Daftar obat untuk masalah kejiwaan

Perlu diingat bahwa semua obat yang digunakan untuk menangani masalah kejiwaan merupakan obat yang cuma bisa diperoleh bersama dengan resep dokter. Pasalnya, penanganan masalah kejiwaan dijalankan secara spesifik, bergantung suasana pasien dan type masalah kejiwaan yang dialami.

Berikut ini sejumlah obat untuk masalah kejiwaan yang bisa diresepkan dokter:

1. Antidepresan

Depresi sendiri ditandai oleh berkurangnya nafsu makan, sulit tidur, dan merasa tidak menikmati hal-hal yang kebanyakan disukai. Lebih parahnya, gejala depresi bisa berupa timbulnya permohonan untuk bunuh diri.

Penanganan depresi kerap melibatkan obat antidepresan. Jenis obat ini bekerja bersama dengan tingkatkan persentase serotonin dan atau norepinephrine. Golongan-golongan antidepresan yang kerap digunakan sebagai obat untuk masalah jiwa adalah:

Selective Serotonin Reuptake Inhibitors (SSRIs): Menghambat reabsorpsi (penyerapan kembali) serotonin sehingga sebabkan meningkatnya persentase serotonin;

Tricyclic Antidepressants (TCAs): Menghambat penyerapan kembali dari serotonin dan norepinephrine; Monoamine Oxidase Inhibitors (MAOIs): Menghambat enzim monoamine oxidase dan kerap dipakai untuk menangani depresi atipikal.

Selain ketiga golongan obat tersebut, ada pula antidepresan golongan Serotonin-norepinephrine Reuptake Inhibitors (SNRIs), Norepinephrine-Dopamine Reuptake Inhibitors (NDRIs), dan Noradrenergic and Specific Serotonergic Antidepressant (NaSSa).

Beberapa umpama obat antidepresan antara lain adalah Fluoxetine (SSRI), Paroxetine (SSRI), Citalopram (SSRI), Escitalopram (SSRI), Sertraline (SSRI), Duloxetine (SNRI), Venlafaxine (SNRI), Bupropion (NDRI), Mirtazapine (NaSSa), Isocarboxazid (MAOI), Phenelzine (MAOI), dan Tranylcypromine (MAOI).

2. Antipsikotik

Obat type antipsikotik digunakan untuk menangani gejala psikosis. Salah satu contohnya pada persoalan schizophrenia, yaitu suasana ketika penderita mengalami halusinasi dan waham.

Antipsikotik atipikal juga digunakan sebagai penstabil suasana hati (mood stabilizer) pada penanganan masalah bipolar. Selain itu, antipsikotik kerap juga disebut sebagai obat-obatan neuroleptik.

Terdapat 2 golongan obat antipsikotik, yaitu antipsikotik generasi kedua dan juga antipsikotik atipikal. Contoh obat-obatan antipsikotik tipikal antara lain adalah Chlorpromazine, Haloperidol, Perphenazine, Thloridazine, Thiotixene, Flupenthixol, dan Trifluoperazine. Sedangkan umpama obat antipsikotik atipikal antara lain adalah Aripiprazole, Clozapine, Lurasidone, Olanzapine, Paliperidone, Quetlapine, Risperidone, Zotepine, dan Ziprasidone.

3. Anxiolytic (anti cemas) dan hipnotika

Golongan obat benzodiazepine merupakan golongan obat yang efektif digunakan sebagai hipnotika, anti cemas, anti kejang, pelemas otot, dan amnesiak. Jenis obat untuk masalah kejiwaan ini lebih banyak digunakan dibandingan bersama dengan obat-obatan golongan barbiturat.

Contoh obat golongan benzodiazepine antara lain Contoh obat golongan Benzodiazepine antara lain adalah Alprazolam, Chlordiazepoxide, Clonazepam, Dazepam, dan Lorazepam yang miliki dampak anti cemas, dan juga Nitrazepam dan Temazepam yang merupakan hipnotika.

Sementara itu, Z-drugs mmemiliki dampak mirip bersama dengan golongan benzodiazepine. Jenis obat ini kerap digunakan untuk menangani insomnia (kesulitan tidur). Contoh obat-obatan yang juga Z-drugs antara lain Eszopiclone, Zolpidem, Zaleplon, dan Zopiclone.

4. Mood stabilizers

Mood stabilizer juga tidak benar satu type obat untuk masalah kejiwaan yang kerap digunakan, contohnya Lithium. Beberapa obat anti kejang dan golongan antipsikotik atipikal miliki dampak menstabilkan mood.

Secara umum, cara kerja mood stabilizers belum dimengerti secara jelas. Beberapa umpama mood stabilizers antara lain adalah:

Lithium carbonate

Carbamazepine (anti kejang dan mood stabilizer)
Oxcarbazepine (anti kejang dan mood stabilizer)
Asam valproat (anti kejang dan mood stabilizer)
Lamotrigine (anti kejang atipikaldan mood stabilizer)
Gabapentin (anti kejang atipikal dan mood stabilizer)
Pregabalin (anti kejang atipikal dan mood stabilizer)
Topiramate (anti kejang atipikal dan mood stabilizer)
Olanzapine (antipsikotik atipikal dan mood stabilizer)

5. Stimulan

Stimulan merupakan obat yang bisa merangsang proses saraf pusat dan juga tingkatkan kewaspadaan, perhatian, dan stamina. Golongan obat ini digunakan untuk menangani Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).

Namun, perlu diperhatikan bahwa obat untuk masalah kejiwaan ini bisa mengundang kecanduan. Maka dari itu, penggunaannya perlu diawasi dan barangkali dipertimbangkan pula alternatif obat non-stimulan untuk menangani masalah kejiwaan basic yang diderita pasien.

Beberapa umpama obat stimulus antara lain:

Methylphenidate
Dexmethylphenidate
Mixed Amphetamine Salts
Dextroamphetamine
Lisdexamphetamine
Methamphetamin

Perlu diingat bahwa penanganan masalah kejiwaan memerlukan pendekatan yang holistik. Ada beraneka segi pertimbangan dan tidak selamanya bersama dengan obat untuk masalah kejiwaan saja. Setiap obat juga miliki ketentuan minum dan risiko dampak samping tiap-tiap sehingga memerlukan pengawasan ketat dari dokter.