Skizofrenia

3 Cara Mengobati Skizofrenia

Skizofrenia merupakan problem mental yang terjadi dalam jangka panjang. Penyakit ini memicu problem dalam sistem berpikir. Gangguan ini memicu pengidapnya mengalami halusinasi, delusi, kekacauan berpikir, dan pergantian perilaku. Orang bersama skizofrenia tidak mampu membedakan mana dambaan dan kenyataan yang sering berhalusinasi bermain slot server myanmar.

Tidak cuma itu, orang yang miliki skizofrenia juga sering memperlihatkan tabiat kacau yang memicu diri mereka tidak mampu mengendalikan perilakunya. Akibatnya, pengidap skizofrenia sering berperilaku tidak pantas, susah mengendalikan emosi, hasrat, dan juga keinginannya. Secara umum, skizofrenia adalah problem kejiwaan kritis yang perlu pengobatan berkelanjutan untuk meringankan gejalanya.

Menurut WHO, diperkirakan lebih berasal dari 21 juta orang di semua dunia mengidap skizofrenia. Pengidap skizofrenia juga berisiko 2-3 kali lebih tinggi mengalami kematian di usia muda. Di samping itu, setengah pengidap skizofrenia diketahui juga mengidap problem mental lain, seperti depresi, dan problem kecemasan.

Tanda-Tanda Skizofrenia

Gejala skizofrenia yang dialami pada dasarnya bervariasi, tergantung berasal dari model dan tingkat keparahannya. Ada sebagian tanda-tanda yang paling menonjol pada keadaan ini, pada lain:

  • Delusi, yaitu kepercayaan yang kuat dapat sesuatu yang salah. Misalnya mulai orang lain dambakan mencelakakan atau membunuh dirinya. Gejala skizofrenia yang satu ini dapat berdampak langsung pada tabiat pengidapnya.
  • Sulit berkonsentrasi, yaitu pikiran yang carut-marut yang memicu orang bersama keadaan ini kesulitan untuk berkonsentrasi atau fokus pada satu hal.
  • Halusinasi, yaitu mendengar, melihat, mencium, atau merasakan hal-hal yang tidak nyata. Paling sering mereka mendengar suara yang paham berasal dari orang yang dikenal atau pun orang yang tidak dikenal.
  • Pikiran kacau dan ucapan yang membingungkan. Orang bersama keadaan ini susah untuk sesuaikan pikiran mereka. Tidak cuma itu, pengidap juga sering mengeluarkan ucapan yang tidak masuk akal dan terdengar membingungkan.

Gejala skizofrenia lainnya juga mampu meliputi:

  • Tidak peduli pada kebersihan dan penampilan diri.
  • Kesulitan tidur atau pola tidur yang berubah.
  • Penarikan diri berasal dari lingkungan sosial, seperti rekan dan keluarga.
  • Sangat peka dan miliki keadaan hati yang tertekan.
  • Konflik pada pikiran, susah memicu keputusan.

Metode Pengobatan Skizofrenia

Sampai pas ini, belum tersedia obat untuk menanggulangi skizofrenia. Metode pengobatan yang dikerjakan cuma semata-mata mengendalikan dan kurangi tanda-tanda pada pengidap. Beberapa metode pengobatan untuk mengobati skizofrenia selanjutnya adalah:

  1. Obat-obatan

Untuk menanggulangi halusinasi dan delusi yang dialami, dokter umumnya dapat meresepkan obat antipsikotik dalam dosis yang rendah. Obat ini bekerja bersama menghambat dampak dopamin dan serotonin dalam otak.

  1. Terapi Elektrokonvulsif

Terapi elektrokonvulsif merupakan metode yang paling efisien untuk meredakan permintaan bunuh diri, menanggulangi tanda-tanda depresi berat, dan menanggulangi psikosis. Terapi dikerjakan 2-3 kali dalam seminggu sepanjang 2-4 minggu, dan juga mampu dikombinasikan bersama psikoterapi dan pertolongan obat.

  1. Psikoterapi

Psikoterapi yang dikerjakan punya tujuan supaya pengidap mampu mengendalikan tanda-tanda yang dialaminya. Terapi ini dikombinasikan bersama pertolongan obat-obatan. Beberapa metode psikoterapi yang mampu dikerjakan untuk pengidap skizofrenia, pada lain:

  • Terapi tabiat kognitif, yang punya tujuan untuk mengubah tabiat dan pola pikir pada pengidap.
  • Terapi remediasi kognitif, yaitu terapi yang mengajarkan pengidap cara paham lingkungan sosial, dan juga tingkatkan kekuatan dalam memperhatikan atau mengingat sesuatu, dan mengendalikan pola pikirnya.